Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Tuesday, April 19, 2011

DHARMA BUKAN SEBATAS KATA




Bagaikan rumput mulai mengering
Ibarat pena kehabisan tinta
Tenggorokan ini terasa kering
Kebanyakan berbicara..........

Apakah untaian kata-kata
Uraian Dharma dapat dicerna...?
Tidak sedikit kusampaikan kisah nyata
Tidak lupa kuselip dengan umpama
Memaparkan Hukum-hukum sunyata
Tiada maksud ’tuk menghina

Menyakiti telinga...
Menyinggung hati Saudara sedharma

Demi menggugah hati sesama
Saudara yang bermimpi indah
Yang mencari kenikmatan indah
Coba dengarkan Dharma.......
Camkan.... renungi isi khotbah dan sutra
Laksanakan dalam tindakan nyata!
Selami makna dalam membina!
Sebab.......
Dharma bukan sebatas kata

KEHIDUPAN

Ah….hidup ini
Sama sekali tidak berarti
Terus kutanya tak henti-henti
Arah mana yang harus kujalani?

Apalah arti hidup ini
Kalau tidak mengerti Dhamma sama sekali
Apa yang dicari dalam hidup ini
Kalau tidak membina diri

Jalan telah siap diperbaiki
Tinggal kita yang lalui
Semangatlah dirimu ini
Masa depanmu akan cemerlang nanti

Derita, bahagia terus berganti
Bagai roda berputar tak mengenal henti
Insafilah....Wahai saudara-saudari
lagi yang kita ragui ?

Ajaran ketuhanan hanya diturunkan sekali
Asalkan tulus tiada apa yang bisa menghalangi
Terimalah kenyataan hidup di dunia ini
Amalkanlah Dhamma dalam kehidupan sehari-hari

Friday, February 11, 2011

P.A.C.A.R.A.N

Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan ‘harus dipertahankan’ jika memang sudah sepadan. Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan…..yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya… adalah irreversible……

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintaimu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama. Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang……….. Begitu juga dalam cinta: engkau yang mencari, dan yang lain akan menanti……

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta…. mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan engkau sakit dan menderita….. tapi jika engkau tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya engkau akan menangis…….jauh lebih pedih…karena saat itu menyadari bahwa engkau tidak pernah memberi….cinta itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen….Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja…… Cinta tak harus berakhir bahagia…..karena cinta tidak harus berakhir…..

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan…. dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran………melainkan dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika engkau demikian, engkau bukan mencintai, melainkan…..investasi.

Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan…. memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang engkau cintai daripada kehilangan seseorang yang engkau cintai, karena egomu yang tak berguna itu……..

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga mati kala musim berganti, cintailah mereka seperti sungai, sebab sungai mengalir selamanya……..

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa Ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan2 kaca itu…..

Sehingga engkau akan menjadi utuh kembali……

So…..berjuanglah hingga dapat cinta sejati, OK

Saturday, May 13, 2006

Jika ia sebuah cinta

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak mendengar...
Namun senantiasa bergetar....

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak buta..
Namun senantiasa melihat dan merasa..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak menyiksa..
Namun senantiasa menguji..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak memaksa..
Namun senantiasa berusaha..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak cantik..
Namun senantiasa menarik..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak datang dengan kata-kata..
Namun senantiasa menghampiri dengan hati..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak terucap dengan kata..
Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak hanya berjanji..
Namun senantiasa mencoba memenangi..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia mungkin tidak suci..
Namun senantiasa tulus..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak hadir karena permintaan..
Namun hadir karena ketentuan...

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...

**Love.**

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.

Tuesday, July 05, 2005

SAHABAT

Dulu …
Di sini, kita berbagi segalanya
Tak ada yang dapat merusak suasana ini
Kau dan Aku
Menjadi serangkaian kata
Yang kuukir di hati dengan nama
“SAHABAT”
tak ada perdebatan
tak ada kata benci
tak ada rasa iri
segalanya menjadi serangkai tawa yang indah
Kau bilang kita satu
Kau juga bilang kita abadi
denagn bangganya kuceritakan kepada semua orang
lalu diam-diam
kutulis namamu di catatan hati ini
walau Kau hanya tersenyum
Aku tahu Kau sangat senang

Saat itu...
Setiap baris puisi hanya ada nama kita
Setiap bintang jatuh
Hanya ada harapan kita
Aku juga ingat kau yang ajarkan Aku merangkai kata
Lalu kupersembahkan kata terindah untuk Mu

Kemudian segalanya berubah
Kau katakan kita telah dewasa
Kau ajarkan Aku segala yang kau pelajari dari buku
Taukah Kau kalau Aku tidak begitu suka
Harus berdandan seperti Ibumu
Harus berjalan seperti seorang model
Harus berpenampilan seperti orang yang jenius
Dan harus berbicara seperti seorang tokoh politik
Karena....
Itu bukan Aku
Juga bukan Dirimu
Saat kulihat Kau terjaga
Aku tahu Kau mulai sadar dengan tingkah kita
”Mulai hari ini,
kita akan kembali menjadi kita,
jangan meniru siapapun”
kau katakan itu di depanKu
Kuharap Kau tahu Aku sangat bahagia

Kemarin.........
Kita berdoa bersama
Meminta Tuhan memberi kebersamaan ini selamanya
Menjaga agar tawa ini tidak pudar
Dan berharap segalanya akan indah
Mungkin Kau tidak sadar
Kalau Aku melihat tangis di wajahMu
Dan Kau tetap menjaga suasana ini untuk melihat tawaKu
Aku tahu ada makna dari tangis Mu
Tangis seorang sahabat yang pertama kali kulihat
Dan tepat malam itu kita telah lupakan kejadian ini
Kita mulai kembali dengan sebuah tawa

Hari ini..........
Sepucuk surat perpisahan kutemukan di kamarKu
Apalagi yang bisa Kuucapkan
Hanya tangis yang dapat Kuberikan
Kau yang terukir sebagai sahabat di hati ini
Kini telah pergi
Tanpa sepatah kata
Tanpa pertemuan
Tanpa kata pisah dariku
Kau telah meninggalkan kenangan dalam sejarahku
Waalu tak bersama lagi
Aku tetap berharap Kau bahagia
Seperti saat kita lewati hari bersama-sama

Esok hari........
Kuingin mendengar kabarMu
Mendengar suaraMu
Dan bersama lagi denganMu
Dan tentu saja
Aku ingin besok segalanya menjadi lebih baik